Posted by : satria Jumat, 04 Maret 2016


Berbicara tentang “Manusia dan Cinta Kasih”, disini saya akan menceritakan orang yang lebih tepatnya saya ‘Sayangi’, mungkin “Mencintai” adalah kata yang lebih cocok untuk mereka yang sudah menikah, seperti yang dia bilang. Saya tidak akan bercerita tentang ibu saya, karna mungkin akan sangat panjang bila saya utarakan semua yang sudah beliau berikan terhadap saya dan betapa saya menyayangi dia, tetapi saya akan menceritakan tentang orang ke-2 yang saya sayangi setelah Ibu saya, dia seorang wanita yang bisa menjadi banyak untuk saya sendiri, menjadi sahabat, menjadi teman belajar, dan juga menjadi orang yang amat saya sayangi, iya.. dia berada satu kelas dengan saya, ‘Nurul Ghina Qonita’ atau biasa saya panggil “Anis” atau “Nis”, saya memanggil dia dengan sebutan “Nis” karna memang dia memiliki paras wajah Manis, Murah Senyum, dan yahh sulit mungkin untuk mengungkapkan yang lainnya. Saya belum pernah bertemu dengan wanita seperti dia, yang sabar, yang baik kepada semua orang, yang jelas orang yang pintar, tidak hanya dalam pelajaran semata, namun banyak kepintaran yang dia miliki, mungkin dia tidak menyadarinya, karna hanya saya yang merasakan. Banyak mungkin yang menyukai dia, namun saya amat beruntung karna saat ini saya yang jadi prioritas baginya. Kedekatan kami tidak segampang yang dipikirkan banyak orang, banyak cerita yang terjadi sampai kita bisa sedekat sepeti saat ini, banyak pula rasa “sakit hati” yang kita berdua alami masing-masing sampai bisa sejauh ini. Saya tau resiko berharap terhadap seseorang yaitu rasa ‘sakit hati’, namun saya tidak memikirkan itu, karna hampir seluruh pikiran saya saat ini hanya terbagi menjadi dua, yaitu untuk kuliah saya, dan untuk kami kedepannya. Mungkin jika kebanyakan orang tau apa yang sering kami bicarakan mereka pasti akan berkata “kalian memikirkan terlalu jauh”, namun saya pikir tidak, dari sekaranglah saya sudah harus menata apa yang mungkin akan jadi masa depan saya. Kami lebih banyak berbicara tentang masa depan kami masing-masing, tidak akan pernah bosan jika membahas tentang hal satu ini, sambil menaruh harap kita akan selalu bisa bersama-sama sampai kita meraih apa yang kita cita-citakan selama ini. Tak segampang yang saya pikir untuk menceritakan dirinya, sedikit memberi info (hahaha), saya menulis ini sambil mendengar lagu favourite saya yang berjudul “Flying Without Wings” yang dibawakan oleh Westlife, saya sangat suka pada lirik ‘well for me its waking up beside you, to watch the sunrise on your face, to know that i can say i love you, at any given time or place’. Agak lebay mungkin tapi buat saya sih engga (hahaha), kami amat berharap apa yang telah kami bicarakan bisa menjadi kenyataan, tidak hanya keinginan semata, walaupun kedepannya pasti akan makin sulit bagi kami berdua, namun jika dijalankan bersama-sama akan menjadi ringan pastinya. Dengan adanya dia, saya semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi, untuk bisa serius dalam suatu hal, dan tau apa yang harus saya perjuangkan untuk kedepannya, saya sangat menyayangi dia, yang selalu sabar dengan sikap saya yang kadang “childish”, wanita yang selalu berusaha meredamkan emosi saya dengan cara apapun, yang selalu membuat saya berpikir ‘jika saya kehilangan dia, saya harus kemana untuk mencari yang seperti dia’. Dia unik, berbeda dari yang lain, mungkin hanya ada 1 dari sekian ribu yang seperti dia. Sampai saat inipun, saya masih terus mengejar dia, saya belum betul-betul mendapatkannya, namun saya sudah amat senang karna saya sudah jadi prioritas baginya, saya ngga tau harus berterimakasih sebanyak apa kepada Allah SWT atas ciptaannya ini, yang jelas saya harus menjaganya sampai waktunya nanti. Teruntuk yang ada ditulisan ini, saya beruntung bisa bertemu bahkan bisa sampai seperti saat ini dan satu hal, rasa sayang ini, sama halnya seperti rasa sayang ke Ibu saya sendiri, karna saya menaruh banyak harap kita bisa bersama seperti yang sudah kita biacarakan sebelumnya, at last 'its little things that only i know, those are the things that make you mine, cause youre the place my real life begins, and you'll be where it ends, and thats the joy you bring, Im flying without wings' . Terimakasih "Nis".

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Visitors

Labels

Music

- Copyright © 2013 Danu Satria -Metrominimalist- Powered by Danu Satria - Designed by Johanes Djogan -