Archive for Mei 2016
Manusia dan Harapan
Harapan,
impian, sebuah hak manusia dalam hidupnya, setiap insan di bumi ini pasti
memiliki harapan, setidaknya satu harapan, entah harapan itu untuk dirinya,
keluarganya, bahkan seseorang yang berharga dalam hidupnya. Begitupun saya,
saya memiliki harapan dalam hidup saya, entah harapan apa yang saya inginkan,
karna saya merasa saya sudah hidup yang berkecukupan, memiliki keluarga
setidaknya yang menyayangi saya, yang mengerti saya walaupun tidak sepenuhnya,
dan juga orang-orang terdekat saya, yang selalu ada ketika saya butuhkan, kapanpun
dan dalam kondisi apapun, mereka selalu ada buat saya, saya amat bersyukur akan
hal itu. Saya tidak terlalu banyak berharap, karna saya merasa saya sudah
berkecukupan, harapan saya yang paling utama, setidaknya orang-orang yang saya
sayangi, yang mengerti siapa “saya” itu, tidak pergi meninggalkan saya terlebih
dahulu, dan saya sangat berharap, di sisa hidup yang saya jalani saat ini, saya
bisa lebih berguna bagi orang lain, bisa setidaknya membahagiakan mereka yang
sudah memberi lebih kepada saya, saya selalu berharap akan hal itu, meski saya
tahu saya masih dalam tahap melakukannya, dan saya sangat amat berharap, apa
yang menjadi harapan semua orang yang saya sayangi, cintai, akan mereka capai
semua, karna dari harapan mereka, saya merasa bahagia, merasa beruntung
memiliki mereka, setidaknya kelak nanti kami bisa membawa cerita masing-masing,
cerita bahwa semua yang kami harapkan di dunia ini tercapai, bahkan ketika kami
sudah tidak menapaki bumi ini lagi, semoga semua harapan, impian, baik untuk saya
pribadi, untuk orang terdekat saya, orangtua saya, keluarga dan teman saya
semua bisa tercapai, setidaknya satu, agar bahagia itu bisa dirasakan bersama
kelak, semoga harapan itu menjadi nyata, dan tidak hanya sebuah harap yang
terucap. Aamiin.
Manusia dan Pandangan Hidup
Sama seperti halnya sebuah “Harapan”, pandangan hiduppun pasti dimiliki oleh setiap manusia di berbagai belahan bumi ini, setiap orang mempunyai pandangan masing-masing dalam hidupnya, seperti halnya saya, sebagaimana seseorang pada umumnya, pandangan hidup itu sesuai dari diri kita masing-masing, bagaimana kita memandang kehidupan kita ini, dan bagaimana cara menanggapi pandangan kita sendiri. Tentu, pandangan hidup itu sendiri sudah diatur dalam agama saya, Islam. Seharusnya sebagai seorang muslim, kita harus mempunyai pandangan hidup Islam yang sudah diatur dalam kitab suci Al-Qur’an. Namun, saya masih merasa amat jauh dari itu, saya pribadi yang masih memandang hidup ini sempit, seakan-akan hanya saya yang merasa terbelakang, tertinggal, namun, saya masih memiliki sebuah motivasi, agar cara saya memandang hidup saya ini bisa berubah dari sebelumnya, seseorang yang memberi motivasi, dia, yang saya harap sebagai masa depan saya, karna dia pula, saya memandang masa depan saya, dimana saya harus merubah image saya, dari yang merasa tertinggal ini, sebagai seseorang yang bisa bangkit, merubah bagaimana cara saya memandang kehidupan saya ini. Dan yang terpenting, dia pula, bagaimana bisa saya bisa menjadi “saya” yang sekarang.
Posted by satria
